bp bk smp Selamat Datang di blog Kami. Silahkan Browsing dan Cari data anda
bp bk lengkap

KUNJUNGAN PADA RUMAH (Home Visit)

Sabtu

KUNJUNGAN PADA RUMAH (Home Visit)



JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini




        

Kunjungan Rumah atau juga dikenal dengan KR maupun Home Visit adalah salah satu tehnik pengumpulan data dengan jalan mengunjungi rumah siswa untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi siswa dan untuk melengkapi data siswa yang sudah ada yang diperoleh dengan tehnik lain (dalam WS.Winkel, 1995). Senada dengan itu,Prayitno ( 2012: 354) juga mengemukakan bahwa kujungan rumah merupakan upaya untuk mendeteksi kondisi keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan anak atau individu yang menjadi tanggung jawab konselor dalam pelayanan konseling. Kunjungan rumah tidak perlu dilakukan untuk seluruh siswa, hanya untuk siswa yang permasalahannya menyangkut dengan kadar yang cukup kuat peranan rumah atau orangtua sajalah yang memerlukan kunjungan rumah ( Prayitno dan Erman Amti, 2004: 324).
Selain itu, Tohirin ( dalam Niamul Huda,2011) juga menjelaskan Kunjungan rumah bisa bermakna upaya mendeteksi kondisi keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan individu atau siswa yang menjadi tanggung jawab pembimbing atau konselor dalam pelayanan bimbingan dan konseling, kunjungan rumah dilakukan apabila data siswa utuk kepentingan pelayanan bimbingan atau konseling belum diperoleh melalui wawancara atau angket selain itu perlu dilakukan guna melakukan cek silang berkenaan dengan data yang diperoleh melalui angket dan wawancara.
Dari beberapa pengertian diatas, dapat dikatakan bahwa kunjungan rumah merupakan salah satu kegiatan pendukung yang diadakan untuk memahami diri siswa yang bermasalah secara lebih lengkap di dalam proses pemberian bantuan melalui jenis layanan bimbingan dan konseling di sekolah . Penanganan permasalahan siswa seringkali memerlukan pemahaman yang lebih lengkap tentang suasana rumah atau keluarga siswa. Untuk itu perlu dilakukan kunjungan rumah , namun harus diingat bahwa kunjungan rumah itu tidak perlu dilakukan untuk semua siswa. Bagi siswa yang permasalahannya menyangkut peranan rumah tangga atau keluarga sajalah yang diperlukan kunjungan rumah itu. Kemumgkinan cara lain yang dapat ditempuh untuk memperoleh data atau informasi tersebut ialah mewawancarai siswa secara langsung atau meminta / mengundang orang tua ke sekolah untuk memberikan keterangan yang dimaksud.

B.     Tujuan Kunjungan Rumah
Winkel (1991:264) menyatakan bahwa kunjungan rumah bertujuan agar guru BKlebih mengenal lingkungan hidup siswa sehari-hari, khususnya bila informasi yang dibutuhkan tidak dapat diperoleh  melalui angket atau wawancara. Pernyataan ini ditunjukan bahwa kunjungan rumah tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi tentang siswa serta keadaanya dirumah dan tempat tinggalnya apabila tidak diperoleh melalui angket ataupun wawancara terhadap siswa di sekolah.
Menurut Thantawi (1995:47) menyatakan beberapa tujuan dari kunjungan rumah, yakni :
1.      Untuk menambah kelengkapan data/ informasi tentang siswa memalui wawancara dengan orang tua, dan hasil observasi suasana di rumah.
2.      Memberi penjelasan tentang keadaan siswa kepada  orang tua membangun kerja sama sekolah dan rumah.
3.      Mengembangkan tingkat kepedulian orang tua terhadap masalah anak.
Sedangkan Sukardi (2000:83) menyatakan bahwa kunjungan rumah yang dilakukan oleh guru BK mempunyai dua tujuan, pertama yakni memperoleh berbagai keterangan atau data yang diperlukan dalam pemahaman lingkungan dan pemahaman siswa, kedua untuk pembahasan dan pemecahan permasalahan siswa.
Sejalan dengan ini Prayitno dan Erman Amti ( 2004: 324) menyebutkan ada tiga tujuan utama kunjungan rumah, yaitu:
1.                Memperoleh data tambahan tentang permasalahan siswa, khususnya yang bersangkut paut dengan keadaan rumah/ orangtua.
2.                Menyampaikan kepada orang tua tentang permasalahan anaknya.
3.                Membangun komitmen orang tua terhadap penanganan masalah anaknya.

Prayitno ( 2012) juga membagi tujuan kunjungan rumah menjadi dua, yaitu:
1.            Tujuan umum
Diperolehnya data yang lebih lengkap dan akurat berkenaan dengan masalah  klien serta digalangkannya komitmen orang tua dan anggota keluarga lainnya dalam rangka penanggulangan masalah klien.
2.            Tujuan khusus
Agar terpahaminya permasalahan klien dan upaya pengentasannya. Dari ini dapat mencegahtimbulnya  masalah lagi serta dapat berlanjut untuk mewujudkan fungsi pengembangan dan pemeliharaan serta advokasi (Ifdil, 2007).
Dari pendapat-pendapat di atas dapat diketahui bahwa pelaksanaan kunjungan rumah bertujuan untuk memahami lingkungan tempat tinggal siswa dan permasalahan siswa yang dapat mempengaruhi proses belajar.
Di dalam pelaksaaan kunjungan rumah hendaklah dilakukan oleh guru BK  yang telah dilatih secara profesional. Sebagaimana Jane Warters (dalam Thantawi,2003:45) menyatakan “home visit are most likely to be effective when made by a professionally visiting teacher”. Dengan profesionalisme yang dimiliki guru BK pelaksanaan kunjungan rumah  akan mempermudah mendapatkan data atau keterangan siswa, sehingga guru BK  dapat memberikan bantuan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi siswa.
Siswa yang mengalami permasalahan dengan keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya mempengaruhi  prestasi belajar, baik itu permasalahan diri pribadi, sosial, belajar dan karir.
Menurut Prayitno (1997:15) membagi  jenis-jenis masalah dapat dilihat  dari (1) masalah jasmani dan kesehatan, (2) masalah pribadi, (3) masalah hubungan sosial, (4) masalah ekonomi dan keuangan, (5) masalah karir dan pekerjaan, (6) masalah pendidikan dan pengajaran, (7) masalah agama, nilai, dan moral, (9) masalah keadaan dan hubungan dalam keluarga, (10) masalah waktu senggang.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa banyaknya permasalahan  yang dihadapi siswa, menurut guru BK harus dapat memahami dan mengentasi permasalahan. Salah satu usaha adalah dengan melakukan kunjungan rumah untuk mendapatkan data, keterangan, dan informasi yang berguna dalam memahami dan mengentaskan masalah siswa.
Permasalahan siswa yang dialami siswa tidak  semuanya memerlukan kunjungan rumah, hanya permasalahan yang membutuhkan pemahaman lebih jauh tentang suasana rumah atau keluarga, sesuai dengan pernyataan Prayitno dan Erman Amti (1999:32) bahwa permasalahan siswa menyangkut kadar yang cukup kuat peranan  rumah atau keluarga saja yang memerlukan kunjungan rumah.
Hal ini  bukan berarti pelaksanaan kunjungan rumah tidak penting untuk dilaksanakan tetapi malah sebaliknya, pelaksanaan ini sangat bermanfaat bagi siswa mengingat lingkungan keluarga sangat berpengaruh terhadap perkembangan dirinya. Sebagaimana dinyatakan Rochman Natawijaya (1979: 20) keluarga mempunyai pengaruh yang sangat besar  dalam perkembangan diri individu yang dapat dilihat dari 1) status sosial ekonomi, keadaan ini mempunyai  peranan terhadap tingkah laku anak, 2) keutuhan keluarga, ketidak utuhan keluarga, ketidakutuhan keluarga akan memberikan pengaruh negatif terhadap perkembangan kecakapan di sekolah atau tingkah laku sosialnya, 3) sikap otoriter, demokratis, dan selalu melindungi atau memanjakan anaknya semua sikap ini akan mempengaruhi kepribadian anak.
C.    Fungsi Kunjungan Rumah
Prayitno ( 2012: 355) menyebutkan fungsi kunjungan rumah, yaitu:
1.      Fungsi Pemahaman
Fungsi pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan  pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan kepentingan pengembangan peserta didik, yang meliputi:
a)               Pemahaman tentang diri peserta didik, terutama oleh peserta  didik sendiri, orang tua, guru pada umumnya dan guru BK.
b)               Pemahaman tentang lingkungan peserta didik (termasuk di dalamnya lingkungan keluarga dan sekolah) terutama  oleh peserta didik sendiri, orang tua, guru umumnya dan guru BK khususnya.
c)               Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas termasuk di dalamnya  informasi pendidikan, jabatan/pekerjaan dan informasi sosial dan budaya/nilai-nilai terutama oleh peserta didik.
Konselor dapat memahami kondisi klien yang terkait dengan kondisi rumah dan keluarganya.
2.      Fungsi pengentasan
Fungsi pengentasan yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terentaskannya  atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami oleh peserta didik.
Menurut Admin (dalam www. Bimbingan dan konseling, 2009:2) menyatakan bahwa memahami permasalahan yang dihadapi siswa yang berhubungan dengan tempat tinggal siswa dan anggota keluarganya akan memberikan kemudahan  dalam mengentaskan masalah yang dihadapinya. Seorang guru BK harus  memahami keadaan, lingkungan  siswa serta masalah yang dihadapi siswa karena dengan memahaminya dapat membantu guru BKdalam mengentaskan masalah tersebut. Terentaskannya masalah siswa dapat memberikan dorongan  dan semangat kepada siswa  dalam menjalani kehidupannya, sehingga siswa dapat merencanakan apa yang harus ia lakukan demi masa depan kehidupannya. Jadi, dengan didapatkannya data yang akurat, upaya pengentasan masalah klien akan dapat lebih intensif.
3.      Fungsi pencegahan
Dengan data yang lebih lengkap dan komitmen orang tua, upaya pencegahan masalah, khususnya yang disebabkan oleh faktor-faktor keluarga, lebih mungkin untuk dilaksanakan.
4.      Fungsi pengembangan dan pemeliharaan
Dengan adanya kerjasama antara konselor dan orang tua memberikan fasilitas yang lebih baik bagi pengembangan dan pemeliharaan potensi anak.
5.      Fungsi advokasi
Dapat membela hak-hak anak didik.

D.    Asas Kunjungan Rumah
Asas  kesukarelaan dan keterbukaan kepada klien untuk dilakukan Kunjungan Rumah

E.     Komponen Kunjungan Rumah
1.      Kasus
Diidentifikasi terlebih dahulu dan dianalisis perlu tidak diadakannya Kunjungan Rumah sebagai tindak lanjut dari penanganan kasus tersebut.
2.      Keluarga
Yang hendaknya diperhatikan:
a)      Orangtua/ wali
b)      Anggota keluarga lain
c)      Orang-orang yang  tinggal di lingkungan keluarga
d)     Kondisi fisik rumah
e)      Kondisi ekonomi dan hubungan social-emosoional
3.      Konselor
Sebagai penyelenggara layanan Kunjungan Rumah.

F.     Prosedur Kunjungan Rumah
Prayitno ( 2012: 365) menjelaskan prosedur dalam kegiatan kunjungan rumah, yaitu:
1.      Perencanaan
a.       Menetapkan kasus ( dan klien yang mengalaminya) yang memerlukan KR
b.      Meyakinkan klien tentang pentingnya KR
c.       Menyiapkan data atau informasi pokok yang perlu dikomunikasikan kepada keluarga
Perencanaan ini direkam dalam bentuk SATKUNG ( satuan kegiatan Pendukung).
2.      Pengorganisasian unsur-unsur dan sarana kegiatan
a.       Menetapkan materi KR ( data yang perlu diungkapkan dan peranan masing- masing anggota keluarga yang akan ditemui).
b.      Menyiapkan kelengkapan administrasi.
3.      Pelaksanaan
Mengkomunikasikan ( rencana) kegiatan kunjungan rumah kepada pihak- pihak terkait melakukan kunjungan rumah, yaitu:
a.         Bertemu orang tua atau wali dan anggota keluarga lain.
b.        Membahas permasalahan klien.
c.         Melengkapi data.
d.        Mengembangkan komitmen orang tua atau wali dan anggota keluarga lain.
4.      Penilaian
a.         Mengevaluasi proses pelaksanaan KR
b.        Mengevaluasi kelengkapan dan keakuratan hasil KR, serta komitmen orang tua/ wali/ anggota keluarga lain.
c.         Mengevaluasi penggunaan data hasil KR dalam pengentasan masalah klien.
d.        Analisis terhadap efektifitas penggunaan hasil KR terhadap penanganan kasus, khususnya pengentasan masalah klien.
5.      Tindak lanjut dan laporan
a.         Mempertimbangkan apakah diperlukan KR ulang atau lanjutan.
b.        Mempertimbangkan tindak lanjut layanan dengan menggunakan data hasil KR yang lebih atau akurat.
c.         Menyusun laporan kegiatan KR.
d.        Menyampaikan laporan kepada pihak terkait.
e.         Mendokumentasikan laporan.
Laporan disusun dalam bentuk LAPELKUNG ( Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pendukung).

G.    Pelaksanaan Kunjungan Rumah
1.      Persiapan
a.    Menentukan tujuan.
b.    Menentukan waktu pelaksanaan
c.    Mengirim surat pemberitahuan kepada orang tua yang diketahui oleh kepala sekolah.
d.   Mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan, misalnya daftar pertanyaan dan pedoman observasi.
2.      Pelaksanaan
a.       Perkenalan, dimaksudkan untuk mengadakan kontak yang baik agar konsep orang tua tidak bersifat defensif / mempertahankan diri. Untuk menciptakan hubungan baik, konselor harus bersikap sopan dan sabar, menjelaskan maksud dan tujuan home visit. Dengan demikian diharapkan orang tua siswa akan bersikap terbuka.
b.      Mengadakan observasi seperlunya.
c.       Mengadakan wawancara yang sesungguhnya dan secukupnya.
3.      Penutup :Mengakhiri home visit dan minta diri. Akhirilah home visit pada waktu yang tepat,    dengan melihat kemungkinan terjadinya kebosanan dan memeprtimbangkan waktu.
4.      Pembuatan laporan : Dalam menyusun laporan home visit hendaknya dibuat juga kesimpulan (sementara ).

Pelaksanaan Kunjungan Rumah Oleh Guru BK.
1.      Persiapan kegiatan kunjungan rumah
Sebelum kegiatan kunjungan rumah dilakukan guru BK hendaklah terlebih dahulu melakukan persiapan yang matang, mengenai rencana kegiatan kunjungan rumah. Adapun persiapan tersebut menurut Prayitno  (1997:157) antara lain :
a.         Hendaklah membicarakan terlebih dahulu kepada siswa yang bersangkutan tentang rencana  kunjungan rumah, maka perlu diusahakan agar pada akhirnya siswa menyetujui rencana kunjungan rumah tersebut dan hak ini terkait dengan azas kerahasiaan.
1)      Merencanakan dengan matang yang mencakup antara lain:
2)      Waktu kunjungan
b.        Isi kunjungan, yakni apa saja yang hendak dibicarakan dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya, apa yang hendak diobservasi; dan komitmen apa yang hendak diminta dari orang tua.
c.         Pemberitahuan kepada orang tua yang akan dikunjungi ( dengan seizin kepala sekolah).
Selain itu menurut Yusuf Gunawan (1992:237) menyatakan bahwa pelaksanaan kunjungan rumah memerlukan perencanaan dan persiapan  yang matang  dari guru BK dan memerlukan kerjasama yang baik dari pihak orang tua serta atas persetujuan kepala sekolah.
Selanjutnya menurut Winkel (1991:298) dalam melakukan kunjungan rumah guru BK haruslah memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a)      Mengadakan persiapan mental sebelumnya mengenai hal-hal mana ingin diperoleh informasi apa.
b)      Menghindari memberikan kesan seolah-olah diadakan pemeriksaan dan pengeledahan.
c)      Harus ada kepastian sebelum kunjungan rumah bahwa kedatangan  petugas bimbingan akan disambut dengan baik. Kepastian ini dapat diperoleh dengan menanyai siswa bersangkutan tentang rencana kunjungan rumah.
d)     Informasi yang di dapat  dikumpulkan biasanya mencakup hal-hal: letak  rumah dan keadaan rumah, fasilitas belajar, kebiasaan belajar siswa dan suasana keluarga.
e)      Sesudah kembali dari kunjungan rumah, petugas bimbingan menyusun laporan singkat tentang informasi yang diperoleh, dengan membedakan antara fakta serta data dan kesan pribadi yang merupakan interprestasi terhadap informasi.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa sebelum kegiatan kunjungan rumah diadakan, guru BK harus memiliki persiapan, baik mental maupun fisik. Agar kegiatan kunjungan rumah berjalan dengan baik sesuai dengan tujuannya, yakni untuk mengentaskan  permasalahan yang dihadapi siswa, dimana sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar. Persiapan itu terutama menyangkut  kegiatan wawancara, pengamatan terhadap  fasilitas belajar  anak di rumah, pengamatan terhadap fasilitas belajar anak di rumah, diskusi atau bimbingan  dan konseling kelompok dengan anggota keluarga..
2.      Manajemen kegiatan kunjungan rumah
Menurut Prayitno (2006:14-15) manajemen  kegiatan kunjungan rumah meliputi hal-hal sebagai berikut:
a.         Perencanaan
1)            Menetapkan kasus yang memerlukan kunjungan rumah
2)            Menetapkan materi kunjungan rumah
3)            Meyakinkan siswa pentingnya kunjungan rumah
4)            Menyiapkan  informasi pokok yang akan di komunikasikan pada keluarga
5)            Menyiapkan kelengkapan administrasi.
b.        Pelaksanaan
1)            Mengkomunikasikan rencana kunjungan rumah kepada pihak terkait
2)            Melakukan kunjungan rumah
a)            Bertemu orang tua/wali/anggota keluarga
b)            Membahas permasalahan siswa
c)            Melengkapi data
d)           Mengembangkan komitmen orang tua/wali/keluarga
e)            Merekam dan menyimpulkan hasil pembahasan
c.         Evaluasi
1)      Mengevaluasi  kelengkapan dan kemanfaatan hasil kunjungan rumah, dan komitmen orang tua/ wali/ anggota keluarga dalam penanganan kasus
2)      Mengevaluasi proses pelaksanaan kunjungan rumah
d.        Analisis Hasil Evaluasi
Melakukan analisis terhadap efektivitas hasil kunjungan rumah terhadap penanganan kasus
e.         Tindak lanjut
1)            Menggunakan hasil kunjungan rumah dalam penanganan kasus
2)            Bahan pertimbangan untuk perlunya  melengkap data lebih lanjut
f.         Laporan
1)            Menyusun laporan kegiatan kunjungan rumah
2)            Menyiapkan laporan kepada pihak terkait
3)            Mendokumentasikan laporan kegiatan kunjungan rumah
Melakukan manajemen pelaksanaan kunjungan rumah dengan baik membantu guru BK dalam rangka menjalani kegiatan tersebut secara baik dan benar, karena telah terprogram dengan jelas apa yang  akan dilakukan. Kegiatan ini dilakukan guru BK untuk mendapatkan data dan keterangan siswa serta memahami permasalahan siswa secara tepat. Hasil kegiatan tersebut dapat digunakan dalam memberikan layanan BK kepada siswa, sehingga siswa dapat berkembang secara maksimal. Perolehan hasil kunjungan rumah  kemudian di evaluasi, di analisi dan di tindak lanjuti demi kepentingan pengentasan permasalahan siswa.
Di dalam pelaksanaan kunjungan rumah yang dilaksanakan oleh guru BK dapat pula dilakukan semacam “konferensi kasus” diikuti oleh segenap anggota keluarga. Hal ini diharapakan dapat membantu pemecahan permasalahan siswa dengan penekanan asas kerahasian. Konfrensi  kasus menganalisis berbagai masalah siswa secara baik, terinci dan sebab terjadinya, sangkut pautnya antara berbagai permasalahan serta berbagai kemungkinan pemecahannya dan faktor-faktor yang menunjang proses pemecahan masalah tersebut.
H.    Informasi Yang Diperoleh Dalam Kunjungan Rumah
Informasi yang dapat dikumpulkan biasanya mencakup hal-hal :
1.      Letak rumah dan keadaan di dalam rumah : keadaan fisik daerah di sekitar rumah, ukuran rumah, perlengkapan di dalam rumah, sumber penerangan, dsb.
2.      Fasilitas belajar yang tersedia bagi siswa : ruang belajar, meja belajar, macam sumber penerangan, sumber-sumber gangguan.
3.      Kebiasaan belajar siswa : belajar pada waktu-waktu kapan, berinisiatif sendiri atau harus dikejar-kejar, belajar bersama teman atau sendirian.
4.      Suasana keluarga : corak hubungan antara anak dan orang tua (akrab atau tidak), sikap orang tua terhadap sekolah, sikap orang tua terhadap teman-teman bergaul anaknya, harapan kedua orang tua terhadap anaknya, tekanan ekonomi, dsb
I.       Pendekatan Dan Teknik Kunjungan Rumah
1.      Format lapangan dan Politik
Kunjungan Rumah menjangkau lapangan permasalahan klien  yang  menjangkau kehidupan keluarga dan terlaksanakan “politik” yaitu menghubungi  pihak-pihak terkait dengan keluarga.
2.      Materi
Yang perlu diperhatikan saat di hadapan keluarga :
a.       Tidak melanggar asas kerahasiaan klien
b.      Semata-mata  untuk memperdalam masalah klien
c.       Tidak merugikan klien
3.      Peran klien
Menyetujui Kunjungan Rumah yang akan dilakukan klien dan  mempertimbangkan perlu tidaknya ia terlibat   saat kunjungan rumah.
4.      Kegiatan
Melakukan wawancara dan pengamatan dan memeriksa dokumen-dokumen  yang dimiliki keluarga.
5.      Undangan terhadap keluarga
Keluarga dapat diundang ke sekolah sesuai dengan permasalahan klien. Pelaksanaan undangan ini memperhatikan: izin dari klien, perlu dipersiapkan materi pembicaraan dan  peran klien.

J.      Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Kunjungan Rumah
1.      Mengadakan persiapan mental sebelumnya mengenai informasi apa yang ingin diperoleh .
2.      Konselor perlu bersikap wajar, sopan dan menghargai dan ada kesediaan untuk menolong untuk menghindari memberikan kesan seolah-olah diadakan pemeriksaan atau penggeledahan.
3.      Harus ada kepastian sebelum berkunjung ,bahwa kedatangan konselor akan disambut dengan baik. Kepastian itu dapat diperoleh dari surat balasan yang diberikan orang tua terhadap surat pemberitahuan dari sekolah mengenai rencana kunjungan rumah atau dengan menanyai siswa yang bersangkutan tentang rencana berkunjung ke rumahnya. Kalau siswa tidak menyukainya atau meragukan kerelaan orang tua menerima kunjungan petugas bimbingan / konselor, pada umumnya lebih baik rencana itu dibatalkan saja.
4.      Membuat catatan seperlunya, sesuai dengan tujuan.
5.      Hindari wawancara sepihak.
6.      Pada ibu biasanya banyak tersimpan data.
7.      Sebelum mengadakan home visit, sebaiknya pembimbing mempelajari data anak di sekolah.
8.      Mencari data sejauh yang memungkinkan.
9.      Pendekatan dapat dilakukan dari segi positif atau kekuatan dari keluarga anak.
10.  Hasil dari home visit dipergunakan dalam rangka menolong.
11.  Sesudah kembali dari kunjungan rumah, pembimbing membuat laporan singkattentang informasi yang diperoleh dengan membedakan antara fakta dan datadengan kesan pribadi yang merupakan interpretasi terhadap informasi.Laporan disimpan sendiri dan tembusan dilampirkan pada kartu pribadi siswa yang bersangkutan.
K.    Kelebihan Dan Kekurangan Kunjungan Rumah
1.      Kelebihan kunjungan rumah
a.       Mendapatkan secara langsung data dan masalah yang dihadapi oleh siswa.
b.      Dapat untuk mencocokkan data yang sebelumnya telah diperoleh dari siswa.
c.       Memperoleh hubungan timbal balik / kerjasama yang sehat antara pembimbing dan orang tua
2.      Kekurangan kunjungan rumah
a.       Menyita banyak waktu dari pembimbing di luar jam kerjanya.
b.      Orang tua mudah merasa tidak enak dipancingi informasi macam-macam tentang keadaan keluarganya.
c.       Informasi yang dapat diperoleh terbatas, sebab petugas bimbingan hanya melihat ruang tamu.
d.      Pada umumnya orang tua cenderung memberikan kesan yang baik tentang keluarganya, sehingga informasi yang diberikan tidak / belum tentu menggambarkan keadaan yang sesungguhnya.
e.       Orang tua siswa belum menyadari pentingnya kunjungan rumah.
f.       Hambatan bagi pembimbing yang belum matang secara pribadi dan dalam pemahaman sosial yaitu adanya kesukaran ketika berhubungan dengan orang tua. Adanya perasaan curiga dari orang tua jika tujuan home visit tidak jelas.

0 komentar:

Poskan Komentar

JASA PEMBUATAN PTBK

BUTUH PTBK DAN ADMINISTRASI BK? HUB KAMI DI 081222940294 DETAIL HARGA KLIK DISINI

Popular BP BK Posts

BUTUH PTBK DAN ADMINISTRASI BK? HUB KAMI DI 081222940294

BUTUH PTBK DAN ADMINISTRASI BK? HUB KAMI DI 081222940294
JASA PTBK