bp bk smp Selamat Datang di blog Kami. Silahkan Browsing dan Cari data anda
bp bk lengkap

PTK BK : Implementasi Layanan Bimbingan Dan Konseling

Minggu

PTK BK : Implementasi Layanan Bimbingan Dan Konseling 


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini



Implementasi Layanan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Problem Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri………… Tahun Pelajaran 2014/2015
LAPORAN TINDAKAN KELAS

Dalam Rangka Memenuhi Salah Satu Syarat
Guna Memperoleh Sertifikasi Guru
OLEH :
………………..
NIP. ………………..
DINAS PENDIDIKAN KOTA ….



HALAMAN PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN
Setelah membaca dan mencermati karya ilmiah yang merupakan ulasan hasil penelitian yang dipublikasikan dan didokumentasikan di perpustakaan….. Kabupaten ……….. hasil karya dari:
  1. Identitas Peneliti :
Nama                           :  ………………
NIP                             :  …………………..
Unit Kerja                   :
  1. Lokasi Penelitian :
  2. Lama Penelitian :
  3. Judul :  Implementasi Layanan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Problem Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri………… Tahun Pelajaran 2014/2015
……………20…
Kepala Sekolah
……………
NIP. …………………..


HALAMAN PUBLIKASI

Setelah membaca dan mencermati karya ilmiah yang merupakan ulasan hasil penelitian yang dipublikasikan dan didokumentasikan di perpustakaan…. hasil karya dari:
  1. Identitas Peneliti :
Nama                           :  ………………
NIP                             :  …………………..
Unit Kerja                   :
  1. Lokasi Penelitian :
  2. Lama Penelitian :
  3. Judul :  Implementasi Layanan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Problem Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri………… Tahun Pelajaran 2014/2015 SMA Negeri…… Tahun Pelajaran 2014/2015
Karya Ilmiah ini diajukan sebagai syarat untuk memenuhi syarat Sertifikasi Guru. Karya ilmiah ini dipublikasikan dan didokumentasikan didokumentasikan di perpustakaan ……….
……………… 20….
Pustakawan
………………
NIP. ………………….






KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, hanya dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan karya ilmiah dengan judul “Implementasi Layanan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Problem Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri………… Tahun Pelajaran 2014/2015, penulisan karya ilmiah ini kami susun untuk dipakai dalam bacaan di perpustakaan sekolah dan dapat dipakai sebagai perbandingan dalam pembuatan karya ilmiah bagi teman sejawat juga anak didik pada latihan diskusi ilmiah dalam rangka pembinaan karya ilmiah remaja.
Dalam penyusunan karya ilmiah ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu terima kasih ucapkan dengan tulus dan sedalam-dalamnya kepada:
  1. Kepala Dinas Pendidikan Kota ……………
  2. Ketua PD II PGRI Kota ………………..
  3. Rekan-rekan Guru …………………………………………..
Penulis menyadari bahwa penulisan karya ilmiah ini jauh dari sempurna untuk itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak selalu penulis harapkan.
Penulis







ABSTRAK
………………2014.   Implementasi Layanan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Problem Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri………… Tahun Pelajaran 2014/2015
Kata Kunci:   behavioral
Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah Pembelajaran dengan Layanan Bimbingan Dan Konseling   berpengaruh terhadap hasil belajar   Bimbingan Konseling ? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran   Bimbingan Konseling   dengan diterapkannya metode pembelajaran Layanan Bimbingan Dan Konseling ?
Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh Pembelajaran dengan Layanan Bimbingan Dan Konseling   terhadap hasil belajar   Bimbingan Konseling . (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran   Bimbingan Konseling   setelah diterapkannya Pembelajaran dengan Layanan Bimbingan Dan Konseling
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas XI . Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (72%), siklus II (88%).
Simpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran Layanan Bimbingan Dan Konseling dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas XI , serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Bimbingan Konseling .


DAFTAR ISI

Halaman
Halaman Judul …………………………………………………………………………………….
Halaman Pengesahan ……………………………………………………………………………………
Kata Pengantar …………………………………………………………………………………………….
Abstrak ……………………………………………………………………………………………………….
Daftar Isi …………………………………………………………………………………………………….
BAB ….. I       PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah …………………………………………………….
  2. Perumusan Masalah…………………………………………………………….
  3. Tujuan Penelitian ……………………………………………………………….
  4. Pentingnya Penelitian ……………………………………………….. ………
  5. Definisi Operasional Variabel ……………………………………..
  6. Batasan Masalah ……………………………………………………………….
BAB     II       TINJAUAN PUSTAKA
  1. ………………………………………………………………………………..
BAB     III     METODOLOGI PENELITIAN
  1. Bentuk Penelitian Tindakan ………………………………………………..
  2. Tempat, Waktu, dan Subyek Penelitian ………………………………..
  3. Rancangan Penelitian ………………………………………………………..
  4. Instrumen Penelitian ………………………………………………………….
  5. Metode Pengumpulan Data ………………………………………………..
  6. Teknik Analisis Data ………………………………………………………….
BAB     IV     HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
  1. Analisi Item Butir Soal ……………………………………………………..
  2. Analisis Data Penelitian Persiklus ……………………………………….
  3. Pembahasan ……………………………………………………………..
BAB     V     PENUTUP
  1. Kesimpulan ………………………………………………………………………
  2. Saran-saran ……………………………………………………………… ………
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah
Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah “usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau pelatihan bagi peranannya di masa datang”.
Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa upaya pendidikan secara menyeluruh itu meliputi tiga kegiatan pokok yakni: bimbingan, pengajaran, dan pelatihan. Pelaksanaan ketiga kegiatan pokok tersebut tentu saling menunjang, sebab hal ini akan mendatangkan kekuatan yang sinergis bagi pendidikan untuk mencapai tujuannya, yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Meskipun Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional telah diganti dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 yang secara eksplisit tidak menyebutkan tiga kegiatan pokok tersebut, namun dari pengertian yang disebutkan oleh Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 (pasal 1) yakni ”pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara” dari sini secara implisit terkandung tiga kegiatan pokok tersebut, sebab untuk “mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran” yang kondusif dan komprehensif mesti ditempuh melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan pelatihan.
Pengajaran dan pelatihan, tak mungkin ditempuh tanpa adanya atau melewatkan aspek bimbingan, sebab pada masa sekarang begitu banyak problematika yang dihadapi siswa (peserta didik) yang akan efektif ditempuh atau dipecahkan lewat bimbingan. Sebaliknya, bimbingan dan pengajaran saja tidak cukup tanpa disertai pelatihan, sebab aspek ketrampilan peserta didik akan terwujud terutama lewat pelatihan, tentu dengan tidak meninggalkan aspek bimbingan dan pengajaran. Demikianlah, ketiga kegiatan pokok pendidikan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tetap dijalankan dalam realisasinya dalam dunia pendidikan saat ini, meskipun Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tidak secara eksplisit menyebut tiga kegiatan tersebut.
Untuk kegiatan bimbingan (yang di sekolah lebih dikenal dengan sebutan Bimbingan dan Konseling atau BK) itu sendiri, keberadaannya bagi pendidikan di sekolah terasa sekali manfaatnya. Hal ini salah satunya didorong oleh beragam problem, permasalahan dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh siswa saat belajar, yang itu tidak dapat atau kurang sesuai jikadiselesaikan dengan/oleh kegiatan pengajaran dan pelatihan, namun melalui bimbingan dan konseling (BK).
Istilah layanan BK terdiri dari dua kata yakni “bimbingan” dan “konseling”. Bimbingan merupakan pemberian bantuan oleh seseorang kepada orang lain dalam menentukan pilihan, penyesuaian dan pemecahan permasalahan. Bimbingan bertujuan membantu seseorang agar bertambah kemampuan bertangung jawab atas dirinya.
Konseling adalah hubungan tatap muka yang bersifat rahasia, penuh dengan sikap penerimaan dan pemberian kesempatan dari konselor kepada klien, konselor mempergunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk membantu kliennya mengatasi masalah – masalahnya.
Yang dimaksud dengan layanan bimbingan dan konseling di sini adalah salah satu bentuk sarana dalam BK yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan warga masyarakat. Layanan bimbingan dan konseling mencakup tujuan, kegiatan atau pokok-pokok layanan, pelaksanaan dan hal-hal khusus yang perlu mendapat perhatian yang berkenaan dengan layanan atau kegiatan tersebut.
Layanan bimbingan dan konseling disini bukan menunjukkan salah satu aspek layanan, melainkan kesemua layanan BK merupakan kesatuan yang utuh yang harus dilaksanakan. Dari kesemua layanan BK tersebut, dalam penelitian ini hanya akan diambil beberapa, diantaranya: layanan orientasi, layanan informasi, layanan penempatan dan penyaluran, layanan bimbingan belajar, layanan konseling perorangan, serta layanan bimbingan dan konseling kelompok.
Sedangkan untuk kegiatan penunjang yang berupa instrumen BK, himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumah dan alih tangan dapat dikatakan hanya sebagai alat dan kelengkapan yang harus dimiliki oleh seorang konselor atau dalam ruang lingkup sekolah disebut guru BK untuk menjalankan tugas-tugas pelayanannya.
Kaitannya dengan proses belajar, tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan belajar, baik itu belajar mengenal lingkungan, belajar bersosialisasi, maupun belajar dalam penyaluran bakat. Meskipun demikian, kebanyakan siswa memang mengalami kesulitan belajar dalam proses pendidikan yang berkaitan dengan mata pelajaran.
Ditilik dari usia siswa Kelas XI SMA Negeri…………………. yang notabenenya adalah siswa baru mereka masih membutuhkan proses belajar mengenal lingkungan,belajar bersosialisasi dengan teman seangkatan maupun dengan kakak kelas mereka. Dapat dikatakan mereka berada pada usia yang masih rentan dan labil, dan belum mempunyai pedoman hidup yang kokoh sehingga dapat mempengaruhi proses belajarnya. Padahal belajar adalah key term atau “istilah kunci” yang paling fital dalam setiap usaha pendidikan sehingga tanpa belajar sesungguhnya tak pernah ada pendidikan. Karena demikian pentingnya arti belajar, maka bagian terbesar upaya riset dan eksperimen psikologi belajarpun diarahkn pada tercapainya pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai proses perubahan manusia. Sebab perubahan dan kemampuan untuk berubah
merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam belajar . Belajar dapat didefinisikan “suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri seseorang, mencakup perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sebagainya”.
Sementara E.L. Thorndike, lewat teori connectionism (pertautan, pertalian) berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses “stamping in” (diingat), forming, hubungan antara stimulus dan respons. Thorndike menyimpulkan bahwa belajar adalah pembentukan hubungan atau koneksi antara stimulus dan respons dan penyelesaian masalah yang dapat dilakukan dengan cara coba-coba.
Sedangkan di dalam psikologi belajar, proses belajar dapat berarti cara-cara atau langkah-langkah khusus yang dengan hal tersebut beberapa perubahan ditimbulkan hingga tercapai hal-hal tertentu.
Jadi, proses belajar dapat diartikan sebagai tahapan perubahan perilaku kognitif, afektif dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju daripada keadaan sebelumnya.
Belajar merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dan harus dilakukan selama hidup, karena dengan belajar maka warga masyarakat termasuk siswa yang masih sekolah pun dapat melakukan suatu perbaikan dalam berbagai hal demi kepentingan dan kelangsungan hidupnya ataupun demi cita-cita yang telah menjadi impiannya semenjak kecil. Perwujudan perilaku belajar biasanya lebih sering tampak dalam perubahan-perubahan sebagai berikut: kebiasaan, keterampilan, pengamatan, berfikir asosiatif, dan daya ingat, berfikir rasional, sikap dan apresiasi.
Tugas utama yang dilakukan oleh seorang siswa adalah belajar demi mencapai apa yang dicita-citakan dengan kerja keras dan kesungguhan. Namun pada kenyataannya tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan belajar. Kesulitan belajar tersebut dapat disebabkan oleh faktor intern, baik dari segi fisik, seperti kesehatan dan cacat badan atau dari segi psikis, seperti IQ, minat, bakat atau motivasi untuk belajar dan faktor ekstern yang datang bisa dari lingkungan keluarga, sekolah atau masyarakat.
Dengan adanya layanan BK diharapkan bisa memberi solusi terhadap kesulitan belajar yang dihadapi oleh siswa atau anak didik khususnya bagi siswa Kelas XI SMA Islam 1 Yogyakarta yang tidak lulus dari SMP ataupun MTS yang notabenenya siswa tersebut mempunyai problem dalam belajar sehingga mengakibatkan mereka tidak lulus yang pada akhirnya nanti bisa berprestasi baik dalam kelas maupun saat mereka lulus .
Dari sinilah maka, penelitian ini akan membahas efektivitas layanan BK terhadap problem belajar siswa di SMA Negeri……………………
Dari latar belakang masalah tersebut, maka peneliti merasa terdorong untuk mengambil judul “ Implementasi Layanan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Problem Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri………… Tahun Pelajaran 2014/2015”.
  1. Rumusan Masalah
Merujuk pada uraian latar belakang di atas, dapat dikaji ada beberapa permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut:
  1. Apakah Pembelajaran dengan Layanan Bimbingan Dan Konseling   berpengaruh terhadap Problem Belajar   siswa Sekolah……… Kelas XI tahun pelajaran 2014/2015?
  2. Seberapa tinggi tingkat keberhasilan pemecahan masalah hal yang Problem Belajar dalam mata pelajaran Bimbingan Konseling dengan diterapkannya metode pembelajaran Layanan Bimbingan Dan Konseling pada siswa Sekolah…………. Kelas XI tahun pelajaran 2014/2015?
  1. Tujuan Penelitian
Berdasar atas rumusan masalah di atas, maka tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah:
  1. Untuk mengungkap pengaruh Pembelajaran Layanan Bimbingan Dan Konseling dengan prestasi siswa Kelas XI tahun pelajaran 2014/2015.
  2. Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran         Bimbingan Konseling         setelah diterapkannya Pembelajaran Layanan Bimbingan Dan Konseling pada siswa sekolah ………….. Kelas XI .
  1. Pentingnya Penelitian
  2. Hasil dan temuan penelitian ini dapat memberikan informasi tentang Pembelajaran dengan Layanan Bimbingan Dan Konseling   dalam pembelajaran   Bimbingan Konseling   oleh guru Kelas XI tahun pelajaran 2014/2015.
  3. Sekolah sebagai penentu kebijakan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran   Bimbingan Konseling.
  1. Guru, sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan metode pembelajaran yang dapat memberikan manfaat bagi siswa.
  2. Siswa, dapat meningkatkan motiviasi belajar dan melatih sikap sosial untuk saling peduli terhadap keberhasilan siswa lain dalam mencapai tujuan belajar.
  3. Menambah pengetahuan dan wawasan penulis tentang peranan guru   Bimbingan Konseling dalam meningkatkan pemahaman siswa belajar Bimbingan Konseling.
  4. Sumbangan pemikiran bagi guru Bimbingan Konseling dalam mengajar dan meningkatkan pemahaman siswa belajar Bimbingan Konseling.
====>>>>>
BERMINAT DENGAN PTK BK
BISA HUBUNGI CALL / SMS 085790351119
Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalah meliputi:
  1. Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa ………. Kelas XI tahun pelajaran 2014/2015.
  2. Penelitian ini dilakukan pada bulan September semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015.

0 komentar:

Poskan Komentar

JASA PEMBUATAN PTBK

BUTUH PTBK DAN ADMINISTRASI BK? HUB KAMI DI 081222940294 DETAIL HARGA KLIK DISINI

Popular BP BK Posts

BUTUH PTBK DAN ADMINISTRASI BK? HUB KAMI DI 081222940294

BUTUH PTBK DAN ADMINISTRASI BK? HUB KAMI DI 081222940294
JASA PTBK