bp bk smp Selamat Datang di blog Kami. Silahkan Browsing dan Cari data anda
bp bk lengkap

makalah bentuk komunikasi bimbingan konseling dan Penyuluhan

Senin

Makalah Bentuk Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan

BAB I 
PENDAHULUAN
Peserta didik adalah subjek dari pendidikan, oleh karenanya tenaga pendidik harus betul-betul menjalankan tugasnya agar tugas-tugas perkembangan yang harus dilewati peserta didik benar-benar terlewati sesuai tahapan. Selain guru mata pelajaran, disekolah juga terdapat guru BK / konselor yaitu guru bimbingan dan konseling yang tugasnya adalah membimbing dan mengonseling peserta didik dengan ketulusan hati. Namun dikebanyakan lembaga pendidikan sering kali salah kaprah tentang tugas BP/BK / konselor , bahkan guru mata pelajaran sering kali menyerahkan siswa yang "nakal" (dalam tanda kutip) kepada guru BP/BK / konselor , siswa yang super aktif , yang setiap hari membuat gaduh di kelas pun sering kali di serahkan ke BP/ BK tanpa melalui prosedur terlebih dahulu. Itulah bentuk salah kaprahnya, jadi guru BP/BK / konselor  adalah dianggap polisi sekolah. Pdahal tugas BP/BK saya tegaskan adalah membimbing dan mengonseling siswa, jadi tidak hanya siswa yang "NAKAL" saja tetapi siswa yang berprestasi, siswa yang berkesulitan belajar dan siswa yang membutuhkan bimbingan.

Berlatar belakang dari situlah karena tugas guru BK/BK / konselor adalah tugas yang sangat mulia yang terutama adalah mendidik moral siswa maka agar tugas guru BP/BK tidak salah kaprah maka harus diterapkan komunikas yang benar antara guru BK/BP dengan guru matapelajaran, antara guru BP/BK dengan peserta didik dan antara guru BP/BK dengan orang tua siswa. oleh karenanya Bentuk Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan harus di kuasai oleh guru BP/BK / konselor .

Bentuk Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan  terdapat dalam teknik-teknik konseilng. Makanya nanti dalam makalah ini akan di bahas Bentuk Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan yang terdapat dalam teknik-teknik konseling.




BAB II
KAJIAN TEORI

Sebagai konselor  harus pintar-pintar memilih teknik konseling yang digunakan, karena setiap klien karakter dan masalahnya berbeda. Nah keberhasilan konseling adalah ketika klien menemukan solusi atas masalahnya, ketika klien bisa mengambil keputusan atas masalahnya. Oleh karenanya di butuhkan Bentuk Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan yan tepat paa setiap berhadapan dengan masing-masing klien. Hal berikut adalah teknik umum yang digunakan konselor untuk menghadapi kliennya :

1. Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Perilaku Attending

Perilaku attending disebut juga perilaku menghampiri klien yang mencakup komponen kontak mata, bahasa tubuh, dan bahasa lisan. Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Perilaku attending yang baik dapat : 
a. Meningkatkan harga diri klien.
b. Menciptakan suasana yang aman
c. Mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas.

Berikut adalah Contoh Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk perilaku attending:
a. Kepala : melakukan anggukan jika setuju
b. Ekspresi wajah : tenang, ceria, senyum
c. Posisi tubuh : agak condong ke arah klien, jarak antara konselor dengan klien agak dekat, duduk akrab berhadapan atau berdampingan.
c. Tangan : variasi gerakan tangan/lengan spontan berubah-ubah, menggunakan tangan sebagai isyarat, menggunakan tangan untuk menekankan ucapan.
d. Mendengarkan : aktif penuh perhatian, menunggu ucapan klien hingga selesai, diam (menanti saat kesempatan bereaksi), perhatian terarah pada lawan bicara.

Jadi Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan tidak selamanya berbentuk ucapan tapi adakalany a dalam b entuk ekspresi wajah.

2. Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Empati

Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien, merasa dan berfikir bersama klien dan bukan untuk atau tentang klien. Empati dilakukan sejalan dengan perilaku attending, tanpa perilaku attending mustahil terbentuk empati.
 
Macam-macam empatai , diantaramnya :
  1. Empati primer, yaitu bentuk empati yang hanya berusaha memahami perasaan, pikiran dan keinginan klien, dengan tujuan agar klien dapat terlibat dan terbuka.Contoh ungkapan empati primer :” Saya dapat merasakan bagaimana perasaan Anda”. ” Saya dapat memahami pikiran Anda”.” Saya mengerti keinginan Anda”.
  2. Empati tingkat tinggi, yaitu empati apabila kepahaman konselor terhadap perasaan, pikiran keinginan serta pengalaman klien lebih mendalam dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. Keikutan konselor tersebut membuat klien tersentuh dan terbuka untuk mengemukakan isi hati yang terdalam, berupa perasaan, pikiran, pengalaman termasuk penderitaannya. Contoh ungkapan empati tingkat tinggi : Saya dapat merasakan apa yang Anda rasakan, dan saya ikut terluka dengan pengalaman Anda itu”.
3. Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Refleksi

Refleksi adalah teknik untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan, pikiran, dan pengalaman sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbalnya. Terdapat tiga jenis refleksi, yaitu :
  • Refleksi perasaan, yaitu keterampilan atau teknik untuk dapat memantulkan perasaan klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien. Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan adalah ….”
  • Refleksi pikiran, yaitu teknik untuk memantulkan ide, pikiran, dan pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien.Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan…”
  • Refleksi pengalaman, yaitu teknik untuk memantulkan pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien. Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan suatu…”
4. Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Eksplorasi

Eksplorasi adalah teknik untuk menggali perasaan, pikiran, dan pengalaman klien. Hal ini penting dilakukan karena banyak klien menyimpan rahasia batin, menutup diri, atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya. Dengan teknik ini memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut, tertekan dan terancam. Seperti halnya pada teknik refleksi, terdapat tiga jenis dalam teknik eksplorasi, yaitu :
  • Eksplorasi perasaan, yaitu teknik untuk dapat menggali perasaan klien yang tersimpan. Contoh :” Bisakah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan ….”
  • Eksplorasi pikiran, yaitu teknik untuk menggali ide, pikiran, dan pendapat klien. Contoh : ” Saya yakin Anda dapat menjelaskan lebih lanjut ide Anda tentang sekolah sambil bekerja”.
  • Eksplorasi pengalaman, yaitu keterampilan atau teknik untuk menggali pengalaman-pengalaman klien. Contoh :” Saya terkesan dengan pengalaman yang Anda lalui Namun saya ingin memahami lebih jauh tentang pengalaman tersebut dan pengaruhnya terhadap pendidikan Anda”
5. Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Menangkap Pesan (Paraphrasing)

Menangkap Pesan (Paraphrasing) adalah teknik untuk menyatakan kembali esensi atau initi ungkapan klien dengan teliti mendengarkan pesan utama klien, mengungkapkan kalimat yang mudah dan sederhana, biasanya ditandai dengan kalimat awal : adakah atau nampaknya, dan mengamati respons klien terhadap konselor.

Tujuan paraphrasing adalah :
 (1) untuk mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia dan berusaha untuk memahami apa yang dikatakan klien; 
(2) mengendapkan apa yang dikemukakan klien dalam bentuk ringkasan ;
 (3) memberi arah wawancara konseling; dan 
(4) pengecekan kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan klien.

Contoh dialognya adalah :
Klien : ” Beliau itu mama yang baik, tapi kadang aku ggak suka karena terlihat lebih sayang sama adik saya ....kenapa ya bu ? ”
Konselor : ” Tampaknya kamu masih belum mengerti mama...”

6. Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Pertanyaan Terbuka (Opened Question)

Pertanyaan terbuka yaitu teknik untuk memancing siswa agar mau berbicara mengungkapkan perasaan, pengalaman dan pemikirannya dapat digunakan teknik pertanyaan terbuka (opened question). Pertanyaan yang diajukan sebaiknya tidak menggunakan kata tanya mengapa atau apa sebabnya. Pertanyaan semacam ini akan menyulitkan klien, jika dia tidak tahu alasan atau sebab-sebabnya. Oleh karenanya, lebih baik gunakan kata tanya apakah, bagaimana, adakah, dapatkah.

Contoh pertanyaan  : ” Apakah Anda merasa ada sesuatu yang ingin kita bicarakan?  ”

7. Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Pertanyaan Tertutup (Closed Question)

Dalam konseling tidak selamanya harus menggunakan pertanyaan terbuka, dalam hal-hal tertentu dapat pula digunakan pertanyaan tertutup, yang harus dijawab dengan kata Ya atau Tidak atau dengan kata-kata singkat. 

Tujuan pertanyaan tertutup untuk : 
 (1) mengumpulkan informasi; 
(2) menjernihkan atau memperjelas sesuatu; dan 
(3) menghentikan pembicaraan klien yang melantur atau menyimpang jauh.

Contoh dialog :
Klien : ”Saya berusaha meningkatkan prestasi dengan meminjam dan membaca buku di perpus  yang selama ini belum pernah saya lakukan”.
Konselor: ”Biasanya Anda menempati peringkat berapa ? ”.
Klien : ” Empat ”
Konselor: ” Sekarang berapa ? ”
Klien : ” Sebelas ”

8. Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Dorongan minimal (Minimal Encouragement)

Dorongan minimal adalah teknik untuk memberikan suatu dorongan langsung yang singkat terhadap apa yang telah dikemukakan klien. Misalnya dengan menggunakan ungkapan : oh…, ya…., lalu…, terus….dan…
 
Tujuan dorongan minimal agar klien terus berbicara dan dapat mengarah agar pembicaraan mencapai tujuan. Dorongan ini diberikan pada saat klien akan mengurangi atau menghentikan pembicaraannya dan pada saat klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan atau pada saat konselor ragu atas pembicaraan klien.

Contoh dialog :
Klien : ” Saya putus asa… dan saya nyaris… ” (klien menghentikan pembicaraan)
Konselor: ” ya…”
Klien : ” nekad meminum obat terlarang”
Konselor: ” lalu…”

9. Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Interpretasi

Yaitu teknik untuk mengulas pemikiran, perasaan dan pengalaman klien dengan merujuk pada teori-teori, bukan pandangan subyektif konselor, dengan tujuan untuk memberikan rujukan pandangan agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan baru tersebut.
Contoh dialog :
Klien : ” Saya pikir dengan berhenti sekolah dan memusatkan perhatian membantu orang tua merupakan bakti saya pada keluarga, karena adik-adik saya banyak dan amat membutuhkan biaya.”
Konselor : ” Pendidikan tingkat SMA pada masa sekarang adalah mutlak bagi semua warga negara. Terutama hidup di kota besar seperti Anda. Karena tantangan masa depan makin banyak, maka dibutuhkan manusia Indonesia yang berkualitas. Membantu orang tua memang harus, namun mungkin disayangkan jika orang seperti Anda yang tergolong akan meninggalkan SMA”.

10. Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Mengarahkan (Directing)

Yaitu teknik untuk mengajak dan mengarahkan klien melakukan sesuatu. Misalnya menyuruh klien untuk bermain peran dengan konselor atau menghayalkan sesuatu.
Klien : ” Ayah saya sering marah-marah tanpa sebab. Saya tak dapat lagi menahan diri. Akhirnya terjadi pertengkaran sengit.”
Konselor : ” Bisakah Anda mencobakan di depan saya, bagaimana sikap dan kata-kata ayah Anda jika memarahi Anda.”

11. Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Menyimpulkan Sementara (Summarizing)

Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Menyimpulkan Sementara (Summarizing) Yaitu teknik untuk menyimpulkan sementara pembicaraan sehingga arah pembicaraan semakin jelas. Tujuan menyimpulkan sementara adalah untuk : (1) memberikan kesempatan kepada klien untuk mengambil kilas balik dari hal-hal yang telah dibicarakan; (2) menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap; (3) meningkatkan kualitas diskusi; (4) mempertajam fokus pada wawancara konseling.

Contoh :
” Setelah kita berdiskusi beberapa waktu alangkah baiknya jika simpulkan dulu agar semakin jelas hasil pembicaraan kita. Dari materi materi pembicaraan yang kita diskusikan, kita sudah sampai pada dua hal: pertama, tekad Anda untuk bekerja sambil kuliah makin jelas; kedua, namun masih ada hambatan yang akan hadapi, yaitu : sikap orang tua Anda yang menginginkan Anda segera menyelesaikan studi, dan waktu bekerja yang penuh sebagaimana tuntutan dari perusahaan yang akan Anda masuki.”

BAB III
PENUTUP 

Itulah ..betapa seorang konselor harus hati-hati mengeluarkan ungkapannya. Artinya seorang konselor harus mengerti betul teknik-teknik komunikasi yang tapat yang digunakan untuk menghadapi kliennya. komunikasi yang sering di gunakan adalah Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Perilaku Attending, Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Empati, Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Refleksi, Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Eksplorasi, Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Menangkap Pesan (Paraphrasing), Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Pertanyaan Terbuka (Opened Question), Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Pertanyaan Tertutup (Closed Question), Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Dorongan minimal (Minimal Encouragement), Komunikasi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan dengan Bentuk Menyimpulkan Sementara (Summarizing). 

Itulah beberapa teknik komunikasi yang digunakan dalam bimbingan dan konseling. Dan penggunaannya pun sendiri-sendiri artinya tidak setiap teknik bisa digunaka untuk setiap klien. Jadi seorang konselor harus benar-benar tepat dalam berkomunikasi dengan kliennya. Muda-mudahan makalah ini bermanfaat bagi pembaca. 

 



0 komentar:

Poskan Komentar

JASA BP BK

KAMI MEMBUKA JASA ADMINISTRASI BP BK HUBUNGI KAMI 081222940294 DETAIL HARGA KLIK DISINI

Popular BP BK Posts