bp bk smp Selamat Datang di blog Kami. Silahkan Browsing dan Cari data anda
bp bk lengkap

Contoh Makalah Manajemen peserta Didik

Jumat

Contoh Makalah Manajemen peserta Didik


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Islam adalah agama yang selalu mengajarkan untuk rapi, benar, tertib dan teratur dalam mengerjakan sesuatu. Segala prosesnya harus dilakukan dengan baik, dan tertib tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Tujuan dan landasan dalam melakukan sesuatu itu pun harus jelas agar kegiatan menjadi terarah dan mendapat ridhlo dari Allah Azza wa Jalla. Hal ini merupakan prinsip utama dalam Islam. Sesuai dengan prinsip tersebut, maka manajemen yang berarti mengatur, mengurus, atau mengelola sesuatu agar terlaksana dengan baik, tepat dan tuntas merupakan hal yang sudah di syariatkan dalam Islam.
Manajemen selain mengatur, juga merupakan kegiatan untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan memanfaatkan orang lain. Jadi, dalam manajemen terdapat aktivitas yang saling berhubungan, baik dari fungsionalitasnya maupun tujuan yang ditargetkan.[1] Dengan manajemen yang tepat dan terarah, tentu prestasi belajar dapat dimaksimalkan. Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan,maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain; faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern), dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor ekstern). Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak bersifat biologis sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga, sekolah, masyarakat dan sebagainya.
Sehubungan dengan manajemen peserta didik tersebut secara sosiologis, peserta didik mempunyai kesamaan-kesamaan. Kesamaan-kesamaan itu dapat ditangkap dari kenyataan bahwa mereka sama-sama anak manusia. Oleh karena itu, para peserta didik mempunyai kesamaan-kesamaan unsur kemanusiaan. Fakta menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun, yang lebih manusiawi dibandingkan dengan anak lainnya; dan tidak ada anak yang kurang manusia  dibandingkan dengan anak yang lainnya. Adanya kesamaan-kesamaan inilah yang melahirkan konsekuensi yang sama atas hak-hak yang mereka punyai. Diantara hak-hak tersebut, yang tidak kalah pentingnya adalah hak untuk mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu.[2]
Peserta didik adalah salah satu elemen yang menunjang keberhasilan suatu manajemen pendidikan. Peserta didik atau siswa adalah input dari suatu lembaga pendidikan. Sedangkan tolak ukur dari suatu keberhasilan pendidikan dapat diukur atau dipandang dari output yang dihasilkan. Output yang berkualitas tentu tidak hanya dinilai dari satu sisi pendidikan, tetapi juga dari segi kepekaan social serta kecerdasan emosional dan agamanya. Output yang baik, tentu dihasilkan melalui proses yang berliku-liku, dan juga input yang berkualitas pula. Namun, input yang berkualitas saja tidak cukup, apabila tidak dibarengi dengan proses pendidikan yang bermutu. Jadi, dalam manajemen peserta didik tersebut ada kerjasama dan keterkaitan prosesnya.
Berkaitan dengan hal di atas, keberhasilan dari suatu pendidikan tidaklah hanya diukur dari kualitas inputnya saja. Banyak sekolah yang inputnya baik dan berkualitas, outputnys justru malah biasa saja. Input yang baik akan meghasilkan output yang baik pula, ketika dibarengi dengan manajemen yang baik. Maka dari itu, penulis akan sedikit berbagi mengenai manjemen peserta dididk dan hal-hal yang berkaitan dengan manajemen peserta didik.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian dari manajemen peserta didik ?
2.      Apakah tujuan dan fungsi dari manajemen peserta didik ?
3.      Bagaimanakah prinsip-prinsip manajemen peserta didik ?
4.      Apa sajakah ruang lingkup dari manajemen peserta didik ?


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Definisi Manajemen Peserta Didik
Manajemen Peserta Didik merupakan penggabungan dari kata manajemen, dan peserta didik. Manajemen sendiri diartikan bermacam-macam sesuai dengan sudut pandang para ahlinya.
Secara etimologis, kata manajemen merupakan terjemahan dari kata management(bahasa Inggris). Kata management sendiri berasal dari kata manage atau magiare yang berarti melatih kuda dalam melangkahkan kakinya. Dalam pengertian manajemen, terkandung dua kegiatan, yakni kegiatan pikir (mind) dan kegiatan tindak laku (action)(Sahertian, 1298).[3] Manajemen menurut istilah adalah proses mengoordinasikan aktivitas-aktivitas kerja sehingga dapat selesai secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain (Robbin dan Coulter, 2007: 8).[4]
Dalam Encylopedia of the Social Science dikatakan bahwa manajemen adalah proses pelaksanaan program untuk mencapai tujuan tertentu yang diselenggarakan dan diawasi. Sedangkan G. R. Terry mengatakan bahwa manajemen merupakan proses khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pegendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.[5]
Ramayulis (2008: 362) menyatakan bahwa pengertian yang sama dengan hakikat manajemen adalah al-tadbir (pengaturan). Kata ini merupakan derivasi dari kata dabbara(mengatur) yang banyak terdapat dalam Al-Qur’an, seperti firman Allah dalam Surat As-Sajdah ayat 5 berikut:[6]
Artinya: “Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.”
Dari beberapa definisi manajemen yang sudah dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah ilmu pengetahuan dan seni untuk mengatur, mengoordinasikan, aktivitas kerja dengan cara memanfaatkan orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Peserta didik, menurut ketentuan umum Undang-Undang RI tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Peserta didik juga mempunyai sebutan-sebutan lain seperti murid, subjek didik, anak didik, pembelajar, dn sebagainya.[7]
Peserta didik adalah semua orang yang melibatkan diri dalam kegiatan pendidikan atau dilibtkan secara langsung, yaitu semua masyarakat yang mengikuti pembelajaran di lembaga pendidikan formal dan informal. Dengan demikian, ank-anak dalam keluarga tidak termasuk peserta didik karena dalam pendidikan keluarga tidak ada proses pembelajaran yang mengikuti jalur, jejang, dan jenis pendidikan tertentu seperti yang dikemukakan di atas. Pendidikan dalam keluarga yang dilakukan oleh kedua orang tua maupun anggota keuarga lainnya hanya merupakan pelaksanaan tanggung jawab dan kewajiban pendidikan dalam keluarga.[8]
Menurut Suharsimi Arikunto (1986:12) bahwa peserta didik adalah siapa saja yang terdaftar sebagai objek didik di suatu lembaga pendidikan. Jadi bisa diartikan bahwa peserta didik adalah seseorang yang terdaftar dalam suatu jalur, jenjang, dan jenis lembaga pendidikan tertentu, yang selalu ingin mengembangkan potensi dirinya baik pada aspek akademik maupun non akademik melalui proses pembelajaran yang diselenggarakan.[9]
Dari beberapa definisi tentang peserta didik di atas dapat diambil kesimpulan bahwa peserta didik adalah semua orang yang terlibat atau terdaftar dalam suatu lembaga pendidikan formal, melalui jalur, jenjang dan pendidikan tertentu. Jadi, semua orang, baik yang menempuh jenjang paud sampai perguruan tinggi disebut sebagai peserta didik atau pelajar.
Manajemen Peserta didik sendiri dapat diartikan sebagai usaha pengaturan terhadap peserta didik, mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan mereka lulus sekolah. Sedangkan Knezevich (1961) mengartikan manajemen peserta didik adalah suatu layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan dan layanan siswa di kelas dan di luar kelas, seperti pengenalan, pendaftaran, layanan individu seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai ia matang di sekolah.[10]
Manajemen Peserta Didik juga dapat diartikan sebagai suatu proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa di suatu sekolah mulai dari perencanaan, penerimaan siswa, pembinaan yang dilakukan selama siswa berada di sekolah, sampai dengan siswa menyelesaikan pendidikannya di sekolah. Dengan kata lain manajemen kesiswaan merupakan keseluruhan proses penyelenggaraan usaha kerjasama dalam bidang kesiswaan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah. Dengan demikian Manajemen peserta didik itu bukanlah dalam bentuk kegiatan-kegiatan pencatatan peserta didik saja, melainkan meliputi aspek yang lebih luas lagi, yang secara operasional dapat dipergunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan.[11]
Dari beberapa definisi tentang manajemen peserta didik tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa manajemen peserta didik adalah pengelolaan segala sesuatu yang berkaitan dengan pesert didik, baik itu proses pembelajaran di dalam kelas maupun proses pengembangan potensi peserta didik di luar kelas. Selin itu juga mengatur kegiatan peserta didik, mulai dari peserta didik terdaftar dalam suatu lembaga sekolah sampai ia lulus dari lembaga sekolah tersebut.

B.     Tujuan dan Fungsi Manajemen Peserta Didik
Tujuan umum dari manajemen peserta didik ialah mengatur segala kegiatan-kegiatan peserta didik agar semua kegiatan-kegiatan tersebut dapat menunjang proses belajar mengajar di sekolah. Sehingga proses belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lancar, tertib, dan teratur serta dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.[12]
Tujuan khusus dari manajemen peserta didik adalah sebagai berikut:[13]
1.      Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan psikomotorik peserta didik.
2.      Menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum (kecerdasan), bakat dan minat peserta didik.
3.      Menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan peserta didik
4.      Dengan terpenuhinya 1, 2, 3 di atas diharapkan peserta didik dapat mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang lebih lanjut dapat belajar dengan baik dan tercapai cita-cita mereka.
Fungsi Manejemen Peseta didik secara umum adalah sebagai wahana bagi peseta pendidik untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin baik dari segi individualitasnya,sosialnya,aspirasinya,kebutuhan dan potensi lainnya dari peserta didik.[14]
Secara khusus fungsi manajemen peserta didik adalah sebagai berikut:[15]
1.      Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan individualitas peserta didik adalah agar mereka dapat mengembangkan potensi-potensi individualitas tanpa banyak terhambat.Meliputi kemampuan kecerdasan,kemampuan bakat dan kemampuan lainnya.
2.      Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan fungsi social peserta didik adalah agar peserta didik dapat mengadakan sosialisasi dengan sebayanya,orang tua da keluarganya,lingkungan social sekolahnya dan lingkungan sosial lingkungannya.
3.      Fungsi yang berkenaan dengan penyaluran aspirasi dan harapan peserta didik adalah agar peserta didik tersalur hobi,kesenangan dan minatnya. Karena hobi juga merupakan penunjang terhadap pengembangan diri peserta didik secara keseluruhan.
4.      Fungsi yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan kesejahteraan peserta didik adalah agar peserta didik sejahtera dalam hidupnya. Kesejahteraan sangat penting karena dengan demikian ia akan jugaa turut memikirkan kesejahteraan sebayanya.

C.    Prinsip-prinsip Manajemen Peseta Didik
Manajemen kesiswaan atau manajemen peserta didik berfungsi mengatur berbagai kegiatan dalam bidang  kesiswaan agar proses pembelajaran di sekolah berjalan dengan tertib, teratur, dan lancar. Untuk mewujudkan tujuan tersebut terdapat sejumlah prinsip yang harus diperhatikan. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:[16]
1.      Manajemen peserta didik dipandang sebagai bagian dari keseluruhan manajemen sekolah. Oleh karena itu,ia harus mempunyai tujuan yang sama dan mendukung terhadap tujun manajemen secara keseluruhan.
2.      Manajemen peserta didik harus mengemban misi pendidikan dan dalam rangka mendidik para peserta didik. Segala bentuk kegiatan,baik itu ringan,berat,disukai atau tidak disukai oleh peserta didik, haruslah diarahkan untuk mendidik peserta didik dan bukan untuk yang lainnya.
3.      Kegiatan manajemen peserta didik harus diupayakan untuk mempersatukan peserta didik yang mempunyai aneka ragam latar belakang dan memiliki banyak perbedaan. Perbedaan-perbedaan yang ada pada peserta didik tidak diarahkan bagi munculnya konflik diantara mereka melainkan justru mempersatukan dan saling memahami dan menghargai.
4.      Kegiatan mnajemen peserta didik harus dipandang sebagai upaya pengaturan terhadap pembimbingan peserta didik.
5.      Kegiatan manajemen peserta didik harus mendorong dan memacu kemandirian peserta didik. Prinsip kemandirian demikian akan bermanfaat bagi peserta didik tidak hanya ketika disekolah,melainkan juga ketika sudah terjun ke masyarakat. Ini mengandung arti bahwa ketergantungan peserta didik haruslah sedikit demi sedikit dihilangkan melalui kegiatan-kegiatan peserta didik .
Apa yang diberikan kepada peserta didik dan yang selalu diupayakan oleh kegiatan manajemen peserta didik harus fungsional bagi kehidupan peserta didik baik di sekolah, lebih-lebih di masa depan.Selain prinsip-prinsip diatas, seorang pendidik juga harus memperhatikan kebutuhan murid. Seorang pendidik diharapkan dapat mendidik dan mengembangkan anak didiknya kearah potensi sesuai yang telah diciptakan Allah swt pada diri mereka setaraf dengan kemampuan yang dimiliknya.
Rasullullah bersabda :[17]
٤٤٣ (الأخلاقمكارم صَالِحًا مَوْضِعًا وَيَضَعُهُ وَأَدَّبَهُ اسْمَهُ يُحْسِنَ أَنْ وَالِدِهِ عَلَى الْوَلَدِحَقُّ“Hak anak atas orang tuanya, hendaklah orang tuanya memberi nama yang baik kepadanya, dan mendidiknya dengan baik, dan menempatkannya (tempat tinggal) di tempat yang baik/shaleh


حَقُّ الْوَالِدِ عَلَى الْوَلَدِ أَنْ يُحْسِنَ اِسْمَهُ وَأَدَّبَهُ وَ أَنْ يُعَلِّمَهُ الْكِتَابَةَ وَالسِّبَاحَةَ وَالرِّمَايَةَ وَاَنْ لَايَرْزُقَهُ اِلاَّ طَيِّبًا وَأَنْ يُزَوِّجَهُ اِذَا اَدْرَكَ (رواه الحاكم
“Kewajiban orang tua terhadap anak adalah : membaguskan namanya dan akhlak/sopan santun, mengajarkan tulis menulis, berenang, dan memanah, memberi makan dengan makanan yang baik, menikahkannya bila telah cukup umur.”







D.    Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik
Secara umum manajemen kesiswaan atau manajemen peserta didik sedikitnya memiliki tiga tugas utama yang harus diperhatikan, yaitu penerimaan murid baru, kegiatan kemajuan belajar, serta bimbingan dan pembinaan disiplin.[18] Secara rinci, ruang lingkup peserta didik adalah sebagai berikut:[19]

1.      Perencanaan Peserta Didik
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam manajemen kesiswaan yaitu mengadakan perencanaan. Peserta didik harus direncanakan, karena dengan adanya perencanaan segala sesuatunya dapat dipikirkan dengan matang. Dengan demikian, masalah-masalah yang muncul akan dapat ditangani sesegera mungkin.
2.      Penerimaan Peserta Didik Baru
Penerimaan peserta didik baru adalah salah satu kegiatan manajemen peserta didik yang sangat penting. Dalam penerimaan peserta didik baru  ini meliputi beberapa tahapan, yaitu (1) kebijaksanaan penerimaan peserta didik, (2) system penerimaan peserta didik, (3) kriteria penerimaan peserta didik baru, (4) prosedur penerimaan peserta didik baru, dan (5) problema penerimaan peserta didik baru.
3.      Orientasi Peserta Didik
Peserta didik yang sudah melakukan daftar ulang, mereka kemudian akan memasuki masa orientasi peserta didik di sekolah. orientasi ini dilakukan dari hari-hari pertama masuk sekolah. Pada bagian ini secara berurutan terdiri dari (1) alasan dan batasan orientasi peserta didik, (2) tujuan dan fungsi orientasi peserta didik, (3) hari-hari pertama di sekolah, (4) pecan orientasi peserta didik.
4.      Mengatur Kehadiran dan Ketidakhadiran Peserta Didik
Kehadiran peserta didik di sekolah sangat penting, karena jika peserta didik tidak hadir di sekolah, tentu aktivitas belajar mengajar di sekolah tidak dapat dilaksanakan. Kehadiran peserta didik di sekolah adalah suatu kondisi yang memungkinkan terjadinya interaksi belajar mengajar.
5.      Pengelompokan Peserta Didik
Peserta didik yang sudah melakukan daftar ulang, mereka perlu dikelompokkan atau diklasifikasikan. Pengklasifikasian diperlukan bukan dimaksudkn untuk mengotak-kotakkan peserta didik, tetapi justru dimaksudkan untuk membantu keberhasilan mereka. Kegiatan yang termasuk dalam bagian ini yaitu (1) urgensi pengelompokan, (2) wacana pengelompokan, (3) jenis-jenis pengelompokan, dan (4) pengelompokan dan penjurusan.
6.      Mengatur Evaluasi Hasil Belajar Peserta Didik
Evaluasi hasil belajar terhadap peserta didik sangat perlu dilakukan, agar diketahui perkembangan mereka dari waktu ke waktu. Evaluasi hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah dapat menampilkan performa sesuai yang diharapkan. Kegiatan yang termasuk dalam bagian ini yaitu, (1) alasan perlunya evaluasi hasil belajar peserta didik, (2) batasan evaluasi hasil belajar peserta didik, (4) teknik-teknik evaluasi hasil belajar peserta didik, (5) kriteria-kriteria evaluasi hasil belajar peserta didik, (6) tindak lanjut evaluasi hasil belajar peserta didik.
7.      Mengatur Kenaikan Tingkat Peserta Didik
Kenaikan kelas dapat diatur sesuai dengan kebijakan dari msing-masing sekolah. Dalam kenaikan kelas sering terjadi masalah-masalah yang memerlukan penyelesaian secara bijak. Masalah ini dapat diperkecil jika data-data tentang hasil evaluasi siswa obyektif dan mendayagunakan fungsi. Juga para guru harus berhati-hati dalam memberikan nilai hasil evaluasi belajar kepada siswa.
8.      Mengatur Peserta Didik yang Mutasi dan Drop Out
Mutasi dan drop out seringkali membawa masalah di dunia pendidikan. Oleh karena itu, keduanya harus ditangani dengan baik, agar tidak mengakibatkan keruwetan dan keribetan yang berlarut-larut, sehingga pada akhirnya akan mengganggu aktivitas sekolah secara keseluruhan.
9.      Kode Etik, Pengadilan, Hukuman dan Disiplin Peserta Didik
Pendidikan disini didasarkan atas norma-norma tertentu bagi peserta didik. Norma-norma dan aturan-aturan tersebut, mengharuskan peserta didik untuk mengikutinya. Selain itu, para pendidik selayaknya juga menjadi contoh terdepan dalam dalam hal pentaatan terhadap tradisi dan aturan yang dikembangkan di lembaga pendidikan.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan manajemen peserta didik itu adalah pengelolaan terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan pesert didik, baik itu proses pembelajaran di dalam kelas maupun proses pengembangan potensi peserta didik di luar kelas. Selin itu manajemen peserta didik juga mengatur kegiatan peserta didik, mulai dari peserta didik terdaftar dalam suatu lembaga sekolah sampai ia lulus dari lembaga sekolah tersebut. Tujuan dan fungsi dari manajemen peserta didik adalah untuk mengatur segala kegiatan-kegiatan agar semua kegiatan tersebut dapat menunjang proses belajar mengajar di sekolah, dan sebagai media atau wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya semaksimal mungkin.
Prinsip dari manajemen peserta didik sejatinya adalah sesuatu yang harus menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas. Prinsip manajemen peserta didik mengandung arti bahwa dalam rangka memanajemenkan peserta didik, semua prinsip-prinsip yang sudah disebutkan di atas dapat dipegang dan menjadi pedoman. Ruang lingkup manajemen peserta didik seperti yang sudah dikemukakan di atas sebenarnya meliputi pengaturan aktivitass-aktivitas peserta didik sejak ia masuk terdaftar dalam suatu lembaga pendidikan hingga ia lulus dari lembaga tersebut, baik yang berkenaan dengan peserta didik secara langsung, maupun tidak langsung.
Demikian gambaran umum tentang manajemen peserta didik. Meskipun saat ini banyak fenomena tenaga pendidik atau tenaga kependidikan yang tidak begitu memahami kebutuhan siswa (peserta didik), sehingga terjadi banyak kasus yang membuat aspek perkembangan peserta didik terhambat bahkan cenderung merusak. Ini dikarenakan pengelolaan peserta didik yang tidak mempunyai perencanaan maupun keahlian yang memadai. Diharapkan dengan memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip manajemen peserta didik tersebut dalam mengatasi berbagai permasalahan dalam menangani peserta didik baru, dapat dijadikan bekal oleh setiap pengelola lembaga pendidikam agar dapat mengembangkan seluruh potensi peserta didik yang belajar di tempatnya.
Daftar Pustaka
Basri, Hasan. Beni Ahmad Saebani. 2012. Ilmu Pendidikan Islam Jilid II. Bandung: Pustaka         Setia
Faturahman, Muhammad. Memahami Manajemen Kesiswaan dalam Lembaga Pendidikan            Islam dalam websitehttp://muhfathurrohman.wordpress.com/2012/10/07/memahami-     manajemen-kesiswaan-dalam-lembaga-pendidikan-islam/ diakses pada tanggal 09    Oktober 2014
Hamdani, Soleh. Manajemen Peserta Didik dalam website            http://solehhamdani.wordpress.com/sosiologi/manajemen-peserta-didik/ diakses pada        tanggal 16 Oktober 2014
Imron, Ali. 2011. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara
Manajemen Peserta Didik, dikutip dari website        http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/BUKU%20manaj%20SISWA.pdf diakses pada  taggal 16 Oktober 2014
Saefullah. 2012. Manajemen Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia
Zatil, Aik. Manajemen Kesiswaan Lembaga Pendidikan Islam dalam website            http://aikzatil.blogspot.com/2011/08/manajemen-kesiswaan-lembaga-pendidikan.html       diaksses pada tanggal 09 Oktober 2014


[1] Saefullah, Manajemen Pendidikan Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2012, hlm 4
[2] Ali Imron, Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah, Jakarta: Bumi Aksara, 2011, hlm 2
[3] Ibid, hlm 4
[4] Saefullah, Op. Cit, hlm 2
[5] Ibid, hlm 2-3
[6] Ibid, hlm 1
[7] Ali Imron, Op.Cit, hlm 5
[8] Hasan Basri, Beni Ahmad Saebani, Ilmu Pendidikan Islam Jilid II, Bandung: Pustaka Setia, 2010 hlm 133
[9] Manajemen Peserta Didik, dikutip dari websitehttp://staff.uny.ac.id/sites/default/files/BUKU%20manaj%20SISWA.pdf diakses pada taggal 16 Oktober 2014
[10] Ali Imron, Op. Cit, hlm 6
[11] Soleh Hamdani, Manajemen Peserta Didik dalam websitehttp://solehhamdani.wordpress.com/sosiologi/manajemen-peserta-didik/ diakses pada tanggal 16 Oktober 2014
[12] Ali Imron, Op. Cit, hlm 12
[13] Ibid, hlm 12
[14] Ibid, hlm 12
[15] Ibid, hlm 12-13
[16] Ibid, hlm 13-14
[17] Aik Zatil, Manajemen Kesiswaan Lembaga Pendidikan Islam dalam websitehttp://aikzatil.blogspot.com/2011/08/manajemen-kesiswaan-lembaga-pendidikan.html diaksses pada tanggal 09 Oktober 2014
[18] Muhammad Faturahman, Memahami Manajemen Kesiswaan dalam Lembaga Pendidikan Islam dalam website http://muhfathurrohman.wordpress.com/2012/10/07/memahami-manajemen-kesiswaan-dalam-lembaga-pendidikan-islam/ diakses pada tanggal 09 Oktober 2014
[19] Ali Imron, Op.Cit, hlm 18

0 komentar:

Poskan Komentar

JASA PEMBUATAN PTBK

BUTUH PTBK DAN ADMINISTRASI BK? HUB KAMI DI 081222940294 DETAIL HARGA KLIK DISINI

Popular BP BK Posts

BUTUH PTBK DAN ADMINISTRASI BK? HUB KAMI DI 081222940294

BUTUH PTBK DAN ADMINISTRASI BK? HUB KAMI DI 081222940294
JASA PTBK